Buku “Siti Hadjir: Srikandi dari Lubuk Jantan” Kini Tersedia untuk Diunduh Gratis di ephi.web.id
Merawat ingatan, menelusuri jejak, dan menjaga sejarah agar tidak hilang ditelan zaman.
PADANG — Upaya menelusuri dan merawat sejarah lokal Minangkabau kini hadir dalam sebuah karya berjudul Siti Hadjir: Srikandi dari Lubuk Jantan — Menelusuri Jejak Perempuan Minangkabau dalam Perlawanan Belasting 1908. Buku ini telah selesai disusun dan kini dapat diakses serta diunduh melalui website pribadi ephi.web.id.
Buku ini mengangkat sosok Siti Hadjir, perempuan asal Lubuk Jantan, Lintau, yang dikenal dalam ingatan sejarah masyarakat setempat karena keterlibatannya dalam perlawanan terhadap kebijakan belasting atau pajak kolonial Belanda pada tahun 1908.

Penulisan buku ini berangkat dari kedekatan penulis dengan tanah kelahirannya, Lubuk Jantan. Ketika kembali ke kampung halaman dan mengunjungi makam Siti Hadjir, muncul keinginan untuk menelusuri lebih jauh kisah perjuangan perempuan tersebut. Dari sebuah makam dan ingatan masyarakat, penelusuran kemudian berkembang menjadi upaya mengumpulkan dokumen, membaca sumber sejarah, serta membandingkan berbagai kesaksian dan catatan yang tersedia.
Buku ini tidak hanya berupaya mengisahkan kembali peristiwa perlawanan belasting di Lintau Buo, tetapi juga mengajak pembaca memahami konteks sosial, adat, agama, dan kehidupan masyarakat Minangkabau pada masa kolonial. Secara khusus, buku ini memberi perhatian pada peran perempuan dalam sejarah perjuangan yang selama ini belum banyak mendapat ruang dalam narasi sejarah populer.
Dalam proses penyusunannya, penulis berusaha membedakan antara informasi yang didukung dokumen tertulis, hasil penelitian terdahulu, dan kisah yang berkembang dalam ingatan masyarakat. Sejumlah bagian sejarah masih memerlukan penelusuran lebih lanjut. Karena itu, buku ini juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi penelitian dan penggalian sumber sejarah berikutnya.
Terbuka untuk Masukan dan Koreksi
Penulis menyadari bahwa penulisan sejarah lokal merupakan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian, keterbukaan, dan partisipasi banyak pihak. Oleh sebab itu, pembaca, peneliti, sejarawan, tokoh masyarakat, keluarga, maupun siapa pun yang memiliki informasi, dokumen, foto, atau kesaksian terkait Siti Hadjir dan peristiwa perlawanan belasting 1908 di Lintau Buo diharapkan dapat memberikan masukan dan koreksi.
Masukan tersebut sangat berarti untuk memperkaya sumber, menguji informasi, dan menyempurnakan pemahaman sejarah tentang Siti Hadjir. Penulis membuka komunikasi secara langsung melalui pesan pribadi maupun kontak yang tersedia di website ephi.web.id.
Unduh Buku
Buku Siti Hadjir: Srikandi dari Lubuk Jantan kini tersedia untuk diunduh melalui website:
Melalui karya ini, penulis berharap kisah Siti Hadjir tidak hanya menjadi bagian dari ingatan masyarakat Lubuk Jantan, tetapi juga memperoleh perhatian yang lebih luas sebagai bagian dari sejarah perjuangan perempuan Minangkabau dan perjalanan bangsa Indonesia.
Sebab, sejarah bukan sekadar cerita tentang masa lalu. Sejarah adalah ingatan yang perlu dirawat, diteliti, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Merawat ingatan, menelusuri jejak, dan menjaga sejarah agar tidak hilang ditelan zaman.
Diskusi
Masuk atau daftar gratis untuk ikut berdiskusi.