Sesibuk Apa Pun, Jangan Pernah Tinggalkan Sholat

Khutbah Jumat hari ini meninggalkan pesan yang begitu dalam. Mengacu pada Al-Qur’an surat Surah Al-Kautsar, khatib mengingatkan dua hal penting dalam kehidupan seorang Muslim, yaitu menjaga sholat dan semangat berkurban.

Salah satu bagian yang paling menyentuh adalah ketika disampaikan bahwa saat ini sholat mulai dipandang remeh oleh sebagian orang. Ada yang meninggalkannya karena sibuk bekerja, ada yang menunda karena urusan dunia, bahkan ada yang merasa cukup dengan kebaikan tanpa menjaga sholatnya.

Di tengah kesibukan dunia saat ini, sholat terkadang mulai dianggap biasa bahkan sering ditunda. Ada yang terlalu sibuk bekerja, sibuk mengejar urusan dunia, perjalanan, aktivitas kampus, bisnis, hingga lupa bahwa adzan adalah panggilan langsung dari Allah SWT. Padahal, sholat merupakan ibadah wajib yang pertama kali akan dihisab pada yaumil akhir. Jika sholat seseorang baik, maka insyaAllah baik pula amalan lainnya.

Begitu pentingnya sholat dalam Islam, hingga dalam kondisi apa pun kewajiban ini tidak pernah gugur. Saat dalam perjalanan, Islam memberikan kemudahan dengan menjamak atau mengqashar sholat. Jika tidak mampu berdiri, maka boleh sholat sambil duduk. Jika tidak mampu duduk, diperbolehkan berbaring. Bahkan ketika kondisi tubuh sangat lemah sekalipun, sholat tetap dapat dilakukan dengan isyarat dan gerakan semampunya.

Hal ini menjadi bukti betapa besar arti sholat bagi umat Islam. Allah SWT tidak memberatkan hamba-Nya, tetapi juga tidak menghilangkan kewajiban sholat karena sholat adalah kebutuhan ruhani manusia. Dalam sujud, seorang hamba menemukan ketenangan, kekuatan, dan tempat terbaik untuk mengadu.

Sholat bukan sekadar rutinitas lima waktu, melainkan benteng kehidupan. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, sholat yang dijaga dengan baik akan mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Orang yang benar sholatnya akan lebih mampu menjaga ucapan, perilaku, serta tindakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, jangan tunggu hidup tenang baru rajin sholat. Jangan tunggu sempurna baru bersujud. Justru melalui sholatlah hati menjadi lebih tenang, hidup lebih terarah, dan langkah lebih dijaga oleh Allah SWT.

Kadang manusia menunggu keadaan sempurna untuk mulai rajin sholat. Menunggu hati tenang, menunggu hidup tidak sibuk, menunggu masalah selesai, atau menunggu menjadi lebih baik.

Padahal justru sholatlah yang membantu menenangkan hati, menguatkan jiwa, dan memperbaiki kehidupan.
Datanglah kepada Allah dalam keadaan apa pun.
Saat senang, sholatlah.
Saat sedih, sholatlah.
Saat lapang, sholatlah.
Saat sempit, tetaplah sholat.

Karena manusia tidak pernah terlalu buruk untuk bersujud kepada Tuhannya. Justru dalam sujud itulah seorang hamba menemukan kekuatan, harapan, dan ketenangan yang sering tidak ditemukan di tempat lain.

Mari kita jadikan sholat sebagai prioritas utama dalam kehidupan. Sesibuk apa pun aktivitas kita, jangan pernah tinggalkan sholat. Karena sejatinya, keberhasilan hidup bukan hanya tentang pencapaian dunia, tetapi juga tentang seberapa dekat kita dengan Allah SWT.

Yuhefizar.

IAII Sumatera Barat


Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) adalah organisasi profesi yang bertujuan meningkatkan kualitas teknologi informasi di Indonesia, melindungi masyarakat dari praktek buruk layanan ahli informatika, meningkatkan kemakmuran, martabat, kehormatan, dan peran ahli informatika Indonesia dalam rangka mencapai tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercantum pada Pembukaan UUD 1945. Profil IAII

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*