Mengunjungi Pameran Etnofotografi “Lanskap Budaya Minangkabau” Bung Edy Utama

Ki-ka : Surya Tri Harto, Edy Utama, Masril Koto, Ephi Lintau

Minggu, 5 September 2021, setelah berolah raga ringan diseputar pantai muara Padang, menyempatkan diri mengunjungi Pameran Etnofotografi dengan tema “Lanskap Budaya Minangkabau” yang digawangi oleh Pak Edy Utama (saya biasa memanggil beliau bung Edy). Tokoh yang saya sebut 3C terhadap budaya minangkabau, Care, Comitment dan Consisten, walau bagaimanapun gangguan eksternal namun dia tetap dijalurnya, menjadi seniman dan budayawan kebanggaan Ranah Minangkabau. Saluttt atas kegigihan beliau.

Etnofotografi dapat kita maknai adalah upaya memahami kebudayaan melalui foto atau visualisasi dari antropologi, yaitu ilmu yang mempelajari masyarakat dan budaya serta perkembangannya. Hal inilah, yang diangkat kembali oleh Bung Edy dengan memamerkan puluhan hasil karya fotogragfinya yang menggambarkan Lanskap Budaya Minangkabau.

Terlihat dari dominasi foto yang dipamerkan dalam bentuk lanskap areal persawahan, rumah gadang, kegiatan masyarakat minangkabau, seolah-olah beliau ingin memunculkan kembali kepada kita nostalgia kehidupan di ranah minang yang begitu indah, menyenangkan dan penuh nilai-nilai keagamaan, yang tak kalah pentingnya,  beliau mengajak kembali membaca dan belajar tentang falsafah Alam Takambang Jadi Guru dengan cara tidak biasa.

Foto yang dipamerkan saat ini adalah hasil karya Bung Edy dari 1997-2021, yang merekam perubahan bentang alam yang telah diteroka oleh nenek moyang dengan kearifan lokal bahwa alam yang telah dikelola itu akan diwariskan pada generasi-generasi selanjutnya.

Edi menyimpulkan falsafah Alam Takambang Jadi Guru yang dianut orang Minang hingga saat ini benar-benar diimplementasikan oleh nenek moyang saat meneroka dan mengelola alam.

Pemukiman, sawah, ladang dan hutan bisa bergabung dalam satu kesatuan yang asri dan saling menunjang sehingga tidak merusak bahkan benar-benar bisa diwariskan pada generasi selanjutnya.

Ia menemukan banyak perubahan yang terjadi pada lanskap Minangkabau itu dari waktu ke waktu. Sebagian ada yang kurang menggembirakan bahkan ada yang membuat perasaan sedih dan terenyuh,

Berikut beberapa foto karya Bung Edy Utama.

Kegiatan pameran itu sempat tertunda karena PPKM pandemi Covid, akhirnya dibuka tanggal 28 Agustus 2021 s.d 7 September 2021 di Gallery Taman Budaya Sumbar. Dalam kegiatan pembukaan, juga ditampilkan “Happening Art”, “Pada saat pembukaan digelar pertunjukan musikal (barabab) dan tarian tunggal, yang ditampilkan secara bersamaan,” ujar Edy Utama. Tarian tunggal yang ditampilkan menggambarkan bagaimana perempuan minang “MANGGARO”, “Manggaro adalah suatu cara bagi orang Minangkabau menjaga sawahnya yang mulai menguning dari serangan burung pemakan padi,”. Namun makna tersirat dari tarian tersebut adalah bagaimana perempuan minang mempertahankan dan memelihara pusako, sebagaimana diketahui, bahwa minangkabau manganut konsep¬† matrilineal.

Kegiatan pameran ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy, “Banyak yang bisa diingat dan dipelajari dari 75 karya foto yang merekam pergeseran dan perubahan Lanskap Minangkabau dari 1997-2021 ini. Bagaimana perkembangan zaman ternyata juga membawa pengaruh terhadap bentang alam yang telah diteroka dan dikelola oleh nenek moyang orang Minangkabau,” ujarnya.

Selamat Bung Edy, sukses selalu untuk aktifitas positifnya dalam mengangkat nilai-nilai budaya Minangkabau. Berikut profil ringkas Edy Utama.

Padang, 5 September 2021.

 

IAII Sumatera Barat


Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) adalah organisasi profesi yang bertujuan meningkatkan kualitas teknologi informasi di Indonesia, melindungi masyarakat dari praktek buruk layanan ahli informatika, meningkatkan kemakmuran, martabat, kehormatan, dan peran ahli informatika Indonesia dalam rangka mencapai tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercantum pada Pembukaan UUD 1945. Profil IAII

Be the first to comment

Leave a Reply