Pagi ini, saya memakai baju dengan satu kata sederhana: โKERISโ.
Awalnya biasa saja.
Tapi entah kenapaโฆ kata itu seperti โberbicaraโ.
Saya terdiam sejenak.
Lalu pikiran saya berjalanโฆ mundur, jauh ke belakang.
Saya teringat perjalanan hidup.
Tentang masa-masa sulit. Tentang kehilangan. Tentang perjuangan yang tidak selalu terlihat orang lain.
Hidup iniโฆ ternyata seperti keris.
Ia tajam.
Seperti kenyataan yang kadang menyakitkan.
Seperti kata-kata yang pernah melukai.
Seperti keputusan-keputusan sulit yang harus diambil, meski hati tidak siap.
Tapi dari situ saya belajarโฆ
ketajaman itu bukan untuk menyakiti,
melainkan untuk membentuk ketegasan dalam diri.
Keris itu berlekuk.
Tidak lurus. Tidak sederhana.
Setiap lekuknya seperti fase kehidupan kita, naik, turun, jatuh, bangkit, gagal, mencoba lagi.
Dan jujurโฆ
kalau hidup saya lurus tanpa ujian,
mungkin saya tidak akan menjadi saya yang hari ini.
Saya pernah berada di titik terendah.
Merasa sendiri.
Merasa tidak cukup.
Merasa tertinggal.
Tapi justru di titik itulahโฆ
hidup mengajari saya arti bertahan.
Keris itu tidak dipamerkan.
Ia disimpan. Dijaga. Dihormati.
Seperti luka-luka dalam hidup.
Tidak semua harus diceritakan.
Tidak semua harus diperlihatkan.
Karena ada kekuatan yang tumbuhโฆ
dalam diam.
Dan hari ini saya sadarโฆ
kekuatan terbesar bukan pada apa yang orang lihat,
tapi pada apa yang berhasil kita lewati.
Keris itu warisan.
Dari generasi ke generasi.
Dan saya berpikirโฆ
suatu hari nanti, apa yang akan kita tinggalkan?
Bukan harta.
Bukan jabatan.
Tapi nilai.
Tentang bagaimana kita bertahan,
bagaimana kita memperlakukan orang lain,
dan bagaimana kita tetap berdiriโฆ saat hidup tidak mudah.
Hari ini, dari satu kata โKERISโ, saya seperti diingatkan kembaliโฆ
Bahwa hidup ini memang tidak selalu lembut.
Kadang tajam. Kadang berliku. Kadang sunyi.
Tapi justru dari situlah kita ditempa.
Seperti pepatah Minangkabau:
*โAlam Takambang Jadi Guruโ*
Dari apa yang kita pakai hari ini,
dari apa yang kita alami hari ini,
selalu ada pelajaranโฆ jika kita mau merenung.
Dan hari ini, saya memilih untuk belajar.
Belajar menjadi kuatโฆ tanpa harus keras.
Belajar menjadi tajamโฆ tanpa melukai.
Belajar menjalani liku hidupโฆ tanpa kehilangan arah.
Kalau hari ini kamu sedang berjuang diam-diamโฆ
percaya lah, kamu sedang ditempa.
Seperti keris.
Dan suatu saat nanti,
kamu akan mengertiโฆ
kenapa semua ini harus terjadi.



Leave a Reply