PADANG – Jurusan Teknologi Informasi (JTI) Politeknik Negeri Padang (PNP) menggelar rapat koordinasi daring pada Kamis (19/02/2026) sebagai langkah strategis persiapan Semester Genap 2025/2026. Rapat ini menjadi ajang penting untuk memperkuat konsolidasi internal, baik dalam hal tata kelola organisasi maupun peningkatan mutu pendampingan mahasiswa.
Ketua Jurusan Teknologi Informasi PNP, Dr. Ir. Yuhefizar, S.Kom., M.Kom., memimpin pertemuan yang diikuti oleh seluruh dosen dari Kampus Utama dan Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU). Salah satu poin krusial yang ditekanan adalah sosialisasi pemilihan koordinator program studi di lingkungan jurusan yang masa jabatannya akan segera berakhir.
Dalam arahannya, Dr. Ir. Yuhefizar menggarisbawahi bahwa proses regenerasi kepemimpinan di lingkungan JTI PNP akan dilaksanakan dengan mengedepankan semangat kekeluargaan melalui mekanisme musyawarah dan mufakat. Hal ini dilakukan untuk menjaga harmonisasi dan stabilitas jurusan dalam mencapai visi bersama.
Beliau meyakini bahwa melalui musyawarah, keputusan yang diambil akan lebih akomodatif dan mencerminkan aspirasi kolektif para dosen. “Kita ingin proses transisi ini berjalan sejuk dan profesional, di mana mufakat menjadi landasan utama untuk memilih sosok yang mampu melanjutkan estafet kepemimpinan,” ujar Dr. Ir. Yuhefizar.
Selain itu, rapat ini menjadi panggung peluncuran buku SIKAP (Soft skill: bagian Integral dari Karakter Akademis dan Profesional). Buku ini hadir sebagai instrumen untuk membentuk lulusan yang berakhlak mulia, berpikir akademis, dan bertindak profesional di era digital.
Dr. Ir. Yuhefizar menjelaskan bahwa buku SIKAP merupakan panduan komprehensif bagi mahasiswa untuk mengasah etika dan tanggung jawab. Keunikan buku ini terletak pada lembar refleksi pribadi yang harus diisi mahasiswa, sehingga pengembangan soft skill tidak lagi sekadar teori, melainkan komitmen nyata.
Nilai-nilai yang terkandung dalam buku SIKAP diharapkan mampu mencetak lulusan TI yang tajam dalam berinovasi namun tetap tangguh menghadapi tantangan. Buku ini menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memahami bahwa kompetensi teknis harus dibarengi dengan karakter profesional yang kuat.
Selaras dengan hal tersebut, JTI PNP juga menyosialisasikan penggunaan Buku Bimbingan Akademik Mahasiswa terbaru. Buku ini diperkenalkan sebagai media pendampingan yang lebih terstruktur dan humanis, memastikan hubungan antara dosen Penasihat Akademik (PA) dan mahasiswa berjalan lebih bermakna.
Dalam pedoman tersebut, ditegaskan bahwa bimbingan akademik bukan sekadar aktivitas administratif saja. Lebih dari itu, bimbingan merupakan bentuk tanggung jawab keilmuan dosen untuk mendampingi rencana studi dan membantu memecahkan tantangan non-akademik mahasiswa.
Dr. Ir. Yuhefizar berharap, dengan adanya Buku PA ini, proses komunikasi antara dosen dan mahasiswa terdokumentasi secara sistematis. Pendampingan yang terarah dan berkelanjutan diharapkan dapat mencegah kendala studi sejak dini sehingga mahasiswa dapat lulus tepat waktu dengan kualitas yang unggul.
Penerapan kedua buku pedoman ini merupakan satu kesatuan dalam mewujudkan lingkungan akademik yang kondusif. “Keberhasilan bimbingan akademik diukur dari tumbuhnya mahasiswa sebagai insan mandiri yang bertanggung jawab dan memiliki karakter SIKAP yang konsisten,” tambahnya.
Rapat koordinasi daring ini juga memastikan bahwa dosen di lingkungan PSDKU mendapatkan informasi dan standar yang sama dalam pelayanan akademik. Integrasi kebijakan ini sangat penting agar seluruh mahasiswa JTI PNP mendapatkan kualitas pembinaan karakter yang seragam.
Para dosen menyambut positif mekanisme musyawarah mufakat yang ditawarkan untuk pemilihan struktural mendatang. Suasana rapat berlangsung hangat dan penuh diskusi produktif, mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan kolektif yang dijunjung tinggi oleh seluruh jajaran jurusan.
Di penghujung rapat, Ketua Jurusan menginstruksikan seluruh staf pengajar untuk segera menyiapkan perangkat pembelajaran Semester Genap 2025/2026. Fokus utama tetap pada kualitas pengajaran yang mampu mengintegrasikan aspek hard skill teknologi informasi dengan penguatan moral (soft skill).
Pertemuan ini ditutup dengan keyakinan bersama bahwa dengan semangat musyawarah serta implementasi pedoman SIKAP dan Bimbingan Akademik, JTI PNP akan semakin solid. Langkah ini menjadi fondasi kuat bagi jurusan untuk terus berprestasi dan mencetak generasi emas di bidang teknologi informasi.



Leave a Reply