Tips dan Triks: Kedalaman Pembahasan dan Proporsi Penulisan Artikel Ilmiah (IMRAD)

Salah satu indikator kualitas artikel ilmiah bukan sekadar bahasa atau format, tetapi kedalaman pembahasan yang proporsional sesuai struktur yang digunakan, dalam hal ini saya menggunakan struktur IMRAD. Banyak naskah ditolak oleh editor bukan karena datanya lemah, melainkan salah menempatkan kedalaman analisis. Berikut tips dan triks dari sudut pandang sebagai Editor Jurnal, disertai contoh benar dan salah:

Proporsi Ideal IMRAD

Sebagai rambu awal, proporsi berikut bisa dijadikan acuan:

  • Introduction: maksimal 25%
  • Methods: maksimal 25%
  • Results: minimal 35%
  • Discussion: maksimal 15%

Struktur ini tidak kaku, tetapi mencerminkan satu prinsip utama:
 inti penelitian berada pada Results dan Discussion, bukan pada Methods.

1. Introduction: Fokus, Tajam, dan Berujung Masalah Riset

Bagian pendahuluan harus ditulis secara ringkas, fokus, dan relevan

Kesalahan umum: Pendahuluan terlalu panjang dan berubah menjadi tinjauan pustaka mini.

Tips:

  • Batasi pada konteks, gap penelitian, dan tujuan riset
  • Jangan “membahas hasil orang lain terlalu dalam”
  • Setiap paragraf harus mengarah ke research question
  • Jika pendahuluan sudah >25%, hampir pasti ada narasi yang bisa dipangkas

Ingat: Introduction menjawab “mengapa riset ini penting”, bukan “apa saja teori yang ada”. Pendahuluan tidak diperkenankan berkembang menjadi tinjauan pustaka yang terlalu luas. Ulasan teori dan penelitian terdahulu harus dibatasi hanya pada yang relevan langsung dengan tujuan penelitian.

Contoh SALAH

Berbagai penelitian telah membahas topik X dari beragam perspektif. Menurut A (2018), X berpengaruh terhadap Y. Penelitian B (2019) menemukan bahwa X juga berkaitan dengan Z. Selain itu, C (2020) menjelaskan bahwa X dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan sosial. Berdasarkan berbagai penelitian tersebut, X merupakan fenomena yang kompleks dan menarik untuk diteliti.

Masalah menurut editor:

  • Terlalu deskriptif
  • Tidak jelas research gap
  • Pendahuluan berubah menjadi ringkasan literatur

Contoh BENAR

Topik X telah banyak diteliti, khususnya dalam kaitannya dengan Y. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya masih berfokus pada konteks A, sementara konteks B belum banyak dikaji. Selain itu, hubungan X dan Z masih menunjukkan temuan yang inkonsisten. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh X terhadap Y dan Z dalam konteks B.

Alasan diterima:

  • Jelas gap penelitian
  • Fokus dan berujung tujuan riset
  • Tidak bertele-tele

2. Methods: Jelaskan Cara, Bukan Makna

Bagian metode penelitian harus menjelaskan bagaimana penelitian dilakukan, sehingga memungkinkan replikasi oleh peneliti lain.

Kesalahan fatal yang sering terjadi:
Bagian Methods justru berisi interpretasi, justifikasi panjang, bahkan diskusi hasil awal.

Tips:

  • Tulis apa yang dilakukan, bukan mengapa hasilnya demikian
  • Gunakan bahasa teknis, ringkas, dan replikatif
  • Jika ada kalimat yang mengandung:

“Hal ini menunjukkan bahwa…”
 itu bukan Methods, pindahkan!

Rule of thumb:
Jika pembaca bisa mengulang penelitian Anda, maka Methods sudah cukup.

Contoh SALAH

Metode regresi digunakan karena mampu menunjukkan hubungan sebab-akibat secara lebih mendalam. Hasil analisis ini diharapkan dapat menjelaskan mengapa variabel X memiliki pengaruh signifikan terhadap Y, sehingga temuan penelitian ini menjadi lebih bermakna dibandingkan penelitian sebelumnya.

Masalah menurut editor:

  • Ada klaim makna hasil
  • Metode dicampur dengan diskusi
  • Mengandung interpretasi

Contoh BENAR

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 150 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan tingkat signifikansi 5%.

Alasan diterima:

  • Objektif dan teknis
  • Replikatif
  • Tidak mengandung opini

3. Results: Ini Jantung Artikel

Bagian hasil merupakan bagian utama artikel dan harus disajikan secara komprehensif dan sistematis.

Bagian ini harus dominan.
Minimal 35%, dan benar-benar berisi hasil penelitian, bukan komentar.

Tips:

  • Sajikan data secara sistematis (tabel, grafik, narasi)
  • Urutkan hasil sesuai tujuan penelitian
  • Menyajikan temuan penelitian secara objektif
  • Hindari diskusi panjang, tapi beri penekanan pada temuan utama
  • Jangan takut terlihat “panjang”—Results memang seharusnya begitu

Kalimat kunci Results:

“Ditemukan bahwa…”
“Hasil analisis menunjukkan…”

Bukan:

“Hasil ini sejalan/tidak sejalan dengan penelitian sebelumnya…”

Contoh SALAH

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel X berpengaruh signifikan terhadap Y. Temuan ini membuktikan bahwa teori A masih relevan dan sejalan dengan penelitian sebelumnya, sehingga dapat dijadikan dasar bagi pengambilan kebijakan.

Masalah menurut editor:

  • Data tidak terlihat

Contoh BENAR

Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel X berpengaruh signifikan terhadap Y (β = 0,45; p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,38 menunjukkan bahwa 38% variasi Y dapat dijelaskan oleh variabel X.

Alasan diterima:

  • Data jelas
  • Objektif
  • Bebas interpretasi

4. Discussion: Singkat, Dalam, dan Bermakna

Bagian diskusi berfungsi untuk menafsirkan dan memaknai hasil penelitian, bukan mengulang data yang telah disajikan.

Meskipun hanya maksimal 15%, bagian ini menentukan nilai ilmiah artikel.

Tips editor:

  • Bahas makna hasil, bukan mengulang Results
  • Kaitkan temuan dengan:
    • teori
    • penelitian terdahulu
    • implikasi ilmiah/praktis
  • Jawab pertanyaan:
     “So what?”

Diskusi yang baik itu bukan panjang, tapi tajam.

Contoh SALAH

Hasil analisis regresi menunjukkan nilai koefisien sebesar 0,45 dengan tingkat signifikansi 0,05. Nilai R² sebesar 0,38 menunjukkan bahwa variabel X mampu menjelaskan variasi Y sebesar 38%.

Masalah menurut editor:

  • Hanya mengulang Results
  • Tidak ada interpretasi
  • Tidak ada kontribusi ilmiah

Contoh BENAR

Temuan penelitian menunjukkan bahwa X berpengaruh signifikan terhadap Y, yang mengindikasikan bahwa mekanisme A masih berperan penting dalam konteks B. Hasil ini memperkuat temuan A (2018), namun berbeda dengan B (2019) yang menemukan hubungan yang tidak signifikan. Perbedaan tersebut diduga dipengaruhi oleh karakteristik sampel dan konteks penelitian.

Alasan diterima:

  • Menjawab “so what?”
  • Mengaitkan teori dan studi sebelumnya
  • Memberi makna pada hasil

Ringkasan Cepat untuk Penulis

Bagian Jangan Lakukan Yang Harus Dilakukan
Introduction Ringkas semua literatur Tunjukkan gap & tujuan
Methods Bahas makna hasil Jelaskan prosedur
Results Interpretasi & opini Sajikan data
Discussion Ulangi data Tafsirkan temuan

Kesalahan Proporsi yang Harus Dihindari

🚫 Methods > 35%
🚫 Results dan Discussion justru paling pendek
🚫 Diskusi “bocor” ke Methods
🚫 Results bercampur opini dan interpretasi

Editor biasanya langsung menangkap pola ini.

Penegasan Akhir

Jika Methods Anda lebih panjang dan lebih “cerdas” daripada Results dan Discussion, maka fokus riset Anda salah arah, karena nilai utama suatu artikel ilmiah terletak pada temuan penelitian dan pembahasannya, bukan pada panjangnya penjelasan metode.

Inti penelitian ada pada apa yang ditemukan dan apa artinya, bukan pada seberapa rumit metode yang digunakan.

Implementasi:

Jika Anda menulis artikel ilmiah 6 halaman, diluar referensi, maka setidaknya:

  • Maksimal 1,5 halaman membahas Introduction (<25%)
  • Maksimal 1,5 halaman membahas Methods (<25%)
  • Minimal 2,1 halaman membahas Result (<35%)
  • Maksimal 0,9 halaman membahas Discuss (<15%

Dalam kebanyakan template, bagian Result and Discuss ini digabung, sehingga artinya 50% pembahasan dari artikel berada di bagian ini, jangan dibalik.

Semoga bermanfaat.

Yuhefizar

IAII Sumatera Barat


Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) adalah organisasi profesi yang bertujuan meningkatkan kualitas teknologi informasi di Indonesia, melindungi masyarakat dari praktek buruk layanan ahli informatika, meningkatkan kemakmuran, martabat, kehormatan, dan peran ahli informatika Indonesia dalam rangka mencapai tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercantum pada Pembukaan UUD 1945. Profil IAII

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*