Tips & Trik Merespons Revisi Naskah Jurnal dengan Baik
Banyak proses review menjadi lambat bukan karena kualitas naskah, tapi karena cara author merespons revisi. Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh author:
1️⃣ Jangan hanya menulis: “Revisi telah kami lakukan, file terlampir”
Respon seperti ini tidak membantu reviewer/editor. Jelaskan apa yang direvisi dan di bagian mana.
2️⃣ Jawab revisi satu per satu (point by point)
Setiap komentar reviewer/editor sebaiknya direspons secara spesifik.
Contoh:
-
Reviewer 1, poin 2: Metode penelitian diperjelas → Kami menambahkan penjelasan pada halaman 5 paragraf 2.
3️⃣ Sebutkan lokasi perubahan dengan jelas
Tuliskan halaman, paragraf, atau baris agar reviewer/editor mudah menelusuri revisi.
4️⃣ Pastikan SEMUA item revisi sudah dikerjakan
Jika ada 5 poin revisi, maka 5 poin harus dijawab.
Mengklaim “revisi sudah selesai” padahal masih ada poin yang belum dikerjakan akan memperlambat proses dan memberi kesan kurang serius.
5️⃣ Jika ada revisi yang belum bisa dipenuhi, jelaskan alasannya
Tidak semua saran harus selalu diikuti, tetapi harus dijelaskan secara akademik dan sopan.
6️⃣ Ingat: waktu reviewer dan editor terbatas
Respon revisi yang jelas, rapi, dan lengkap akan mempercepat keputusan naskah.
Sebaliknya, revisi yang asal-asalan dan berulang kali tidak lengkap dapat berujung pada penolakan naskah.
📌 Revisi yang baik bukan hanya soal memperbaiki naskah, tetapi juga soal menunjukkan keseriusan dan profesionalisme author.
Yuhefizar: Editor in Chief Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi), Terindeks SCOPUS


Leave a Reply